Suatu hari si Gatot berniat untuk menyampaikan isi hatinya kepada Siti, lalu dia mencari cara dan hari yang tepat untuk menyatakan cintanya itu. Ditulisnya surat cinta yang pertama kepada Siti sebagai ungkapan cintanya kepada Siti, demikian isinya :
Sukorame,14 Februari 2009
Untuk dik Siti terkasih

Salam kasih buat di Siti yang ada di rumah.
Sudah lama aku memendam isi hatiku yang selama ini sangat menggangu pikiranku, sehingga kegelisahan menyelimuti hidupku. Aku yakin bahwa pandangan dan senyuman darimu ataupun dariku menunjukkan bahwa kita terikat dalam tali kasih yang kuat.
Untuk itu dik Siti, maukah engkau menerimaku sebagai pacar dalam hidupmu ?
Aku tunggu jawaban dari hatimu.
Yang selalu mencintaimu
GATOT
Setelah itu Gatot mentitipkan suratnya itu kepada pak Barno, perawat kebun Gereja, “Pak saya minta tolong titip surat ini, nanti kalau Siti datang ke Gereja tolong bapak sampaikan kepadanya, soalnya isinya penting banget !” Pak Barno pun menerima surat itu dan sahutnya “ ya dik Gatot nanti saya sampaikan kepada Siti.” “Terima kasih pak Barno.” Ucap Gatot kepada pak Barno.
Dengan hati berdebar-debar, Gatot menanti jawaban dari idaman hatinya. Kegelisahan, keresahan meliputi pikirannya. Dan benar, pada hari Sabtu siang di pondok kebun Gereja, pak Barno memanggil Gatot seraya menyampaikan sepucuk surat ;”dik Gatot kemarin lusa suratnya sudah saya sampaikan ke Siti, nah tadi pagi Siti datang kemari dan menitipkan surat buat di Gatot, nih suratnya.”. Dengan penuh sukacita Gatot menerima surat itu sambil berharap bahwa cintanya diterima oleh Siti, “Terima kasih pak Barno.” sahutnya. Sementara itu pak Barno kembali mengerjakan tugasnya di kebun Gereja.
Gatot masuk di pondok kecil itu lalu mulai membuka surat balasan dari Siti. Demikian isinya :
Sukorame, 21 Februari 2009
Buat mas Gatot, di tempat
Salam hormat kepada mas Gatot
Sebelumnya Siti minta maaf kepada mas Gatot, karena terlambat untuk membalas surat dari mas.
Lewat surat ini Siti juga menyampaikan bahwa Siti TIDAK BISA menerima cintanya mas Gatot. Dan juga Siti sangat TIDAK suka kepada mas Gatot. Siti sangat TIDAK senang dengan sikap mas Gatot yang seperti itu.
Jadi tidak perlu panjang lebar lagi, aku berharap mas Gatot mengerti surat balasanku.
Dari Siti
Dengan hati yang penuh emosi, Gatot membanting surat itu sambil berteriak ;”aduh aku kecewa sekali …..! ! !!!!??!!!...” Seketika itu mukanya menjadi kusut, dengan hati yang penuh amarah dia mengembalikan surat itu kepada pak Barno ;”Pak ini buat bapak saja !” “lho,lho, lho ini ada apa kok tiba-tiba berubah penuh amarah. Sabar, sabar nak “ lalu pak Barno menerima surat itu dan membacanya. Selesai membaca pak Barno membalik lembaran kertas surat itu, di sana tertulis pesan singkat : MOHON KATA YANG BERTULISKAN HURUF BESAR DIHAPUS !. lalu pak Barno memanggil Gatot dan menunjukkan pesan singkat yang tertera di balik surat. Langsung saja Gatot menyambar surat dari pak Barno dan membaca ulang isi dan pesan dari Siti.
Amarah yang tadi meledak-ledak kini berubah menjadi lembut. Pak Barno yang tahu akan hal itu menjadi geli, gumamnya dalam hati ;”Ada-adaaaaa saja pemuda zaman sekarang “. Gatot pamit kepada pak Barno, dia bergegas pulang sambil melompat kegirangan karena cintanya diterima oleh Siti gadis pujaan hatinya.
Kebimbangan, kecemasan, kekecewaan akan menggerogoti gairah hidup.
Ketenangan hati membawa kita mengerti jawaban yang pasti
Hati yang tenang dan penuh sukacita adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah akan mengeringkan tulang dan menyuramkan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar