Selasa, 09 Februari 2010

MARHAENISME by Ir. SOEKARNO

Marhaenisme merupakan ajaran Ir. Soekarno. Marhaenisme berasal dari kata Marhaen, orang yang ditemui Soekarno saat ia masih muda dulu. Konon Soekarno bertemu dengan Marhaen secara kebetulan ketika sedang berjalan-jalan di daerah Cigereleng, Bandung. Soekarno melihat seorang petani yang sedang menggarap sawah dan kemudian menghampirinya serta mengajak berbicara.
" Milik siapa tanah ini ? " tanya Soekarno.
" Saya." jawab Marhaen.
" Cangkul ini milik siapa ?"
" Saya "
" Kalau peralatan itu semua milik siapa ?"
" Punya saya."
" Hasil panen yang kamu kerjakan ini untuk siapa ?"
" Untuk saya."
" Apakah itu cukup untuk keperluan kamu ?"
" Hasilnya pas-pasan untuk mencukupi hidup kami."
" Apakah kamu juga bekerja menggarap tanah orang ?"
" Tidak, saya harus bekerja keras. Semua tenaga saya untuk lahan saya sendiri."
" Tapi kawan, hidup kamu dalam kemiskinan ?"
" Benar, saya hidup dalam kemiskinan."
Marhaen tidak menjual tenaga kepada majikan sebagai seorang proletar. Marhaen memiliki alat-alat produksi sendiri, tetapi Marhaen tetap miskin. Usaha taninya hanya untuk menyambung hidup seraya tetap mempertahankan hartanya yang sepenggal itu. Ada jutaan orang semacam ini di Indonesia. "Marhaen tidak akan berubah menjadi pelopor dan kekuatan revolusi kalau kesadarannya tidak dibangkitkan." kata Soekarno.
Sedemikian terkenalnya cerita ini, sehingga tidak hanya terdengar di Indonesia, tetapi juga ke luar negeri. Marhaen juga dijadikan simbol oleh Soekarno untuk membangkitkan petani dan rakyat miskin. Berkembanglah paham Marhaenisme. Persoalannya, cita-cita Soekarno untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi segenap bangsa Indonesia untuk mencapai kemakmuran ini belum tercapai.
Ketika itu Soekarno heran, mengapa seorang yang memiliki alat produksi sendiri malah miskin. Petani inilah gambaran masyarakat Indonesia. Petani tersebut miskin karena sistem yang ada yang membuat ia miskin. Jadi, Marhaenisme adalah ajaran Soekarno tentang masyarakat Indonesia yang seutuhnya. Masyarakat Indonesia yang menjadi fondasi bangsa ini.
Marhaenisme merupakan sebuah pemikiran ideologi yang membela kaum marhaen atau kaum yang dimiskinkan oleh sistem. Konsep ini memperjuangkan semua lapisan masyarakat Indonesia yang tertindas oleh sistem penguasa. Marhaenisme bukanlah suatu perlawanan terhadap ideologi Indonesia, bukan juga asas pemberontakan, tetapi nerupakan cara berpikir rakyat dalam berkehidupan di Indonesia. Menurut Soekarno, marhaenisme berarti menolak setiap tindak borjouisme, yang merupakan sumber kepincangan dalam masyarakat. Soekarno berpandangan bahwa orang tidak seharusnya berpandangan rendah terhadap rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar