Rabu, 03 Februari 2010

KASIHILAH SESAMAMU

Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Statment ini dilontarkan oleh Kristus dan diibaratkan dengan sebuah kisah "Orang Samaria yang murah hati". Dengan mengangkat kisah kemalangan seorang dari Yerusalem oleh para perampok, dan juga melibatkan keberadaan seorang Imam, seorang Lewi, serta seorang Samaria. Dalam kisah ini seorang Imam dan seorang Lewi hanya melihat dan berlalu begitu saja ketika melihat orang dari Yerusalem menjadi korban perampokan, sementara itu orang Samaria melakukan pertolongan kepada orang yang jadi korban perampokan.
Dalam hal ini penulis akan mengklasifikasikan dua bagian penting, yaitu : orang suci menyikapi kasih dan orang kafir menyikapi kasih.
1. Orang Suci menyikapi kasih
Seorang Imam dan seorang Lewi didalam adat istiadat negeri Yerusalem adalah seorang yang terpandang dalam hal spiritual, karena mereka memberikan pengajaran di dalam Sinagog ( bait suci ). Dalam hal ini Kristus memberikan tegoran yang telak kepada para Imam dan para Lewi. Mengapa demikian ? Karena seorang Imam dan Lewi seharusnya melakukan tindakan kasih sebagai wujud dari ajaran mereka. Sering kita jumpai seorang ulama atau petinggi agamawi mengajarkan kebaikan, kebajikan, kemurahan tetapi mereka enggan memberikan teladan dari ajaran yang mereka berikan. Seharusnya seorang penuntun dan pengajar yang baik memberikan teladan dan contoh yang baik pula, sehingga apa yang keluar dari mulutnya sesuai dengan apa yang diperbuatnya.
2. Orang kafir menyikapi kasih
Samaria adalah nama sebuah kota yang terletak diantara Galilea dan Yudea. Penduduknya dibenci oleh orang-orang Yerusalem karena perbedaan prinsip dan adat istiadat. Dalam kisah ini Kristus mengangkat seorang dari Yerusalem sebagai korban dan seorang dari Samaria sebagai penolong. Nah dalam hal ini yang menjadi gol dari pesan sang Kristus adalah kasih yang tulus. JAdi kesucian atau kekafiran tidak dapat menjadi batas yang menghalangi kasih untuk dilakukan. Orang Samaria menolong Orang Yerusalem semata-mata hanya menunjukkan ungkapan kasihnya. Naluri sosialnya mendukung orang Samaria untuk merespon apa yang sedang terjadi terhadap sesamanya. Dengan ketulusan dia menolong si korban dari Yerusalem.
Kesimpulan :
Kasih yang dikerjakan dari sebuah tuntutan ajaran tidak akan membuahkan hasil yang optimal.
Kasih yang dikerjakan dari hati yang tulus dan sesuai dengan ajaran yang sehat memberikan hasil yg optimal.
John Paul II mengatakan bahwa pertolongan adalah bagian dari ungkapan cinta kasih yang bebas.

Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar